" Bela Negara Melalui Penguatan Ekonomi Lokal : Upaya Mewujudkan UMKM Berdaya saing "

Bela negara merupakan sikap yang harus disadari dan dimiliki oleh setiap warga Indonesia. Sikap bela negara dapat diwujudkan melalui pengaplikasian nilai-nilai bela negara, yakni : 

• Cinta tanah air

• Sadar berbangsa dan bernegara

• Setia pada pancasila sebagai ideologi negara

• Rela berkorban untuk bangsa dan negara

• Mempunyai kemampuan awal bela negara


Pada nilai bela negara yang pertama, yakni cinta tanah air. Dapat diwujudkan melalui berbagai sikap. Membeli produk-produk dalam negeri sebagai bentuk mendukung perkembangan usaha-usaha kecil/menengah di Indonesia merupakan hal yang sering terlintas ketika menyebutkan cinta tanah air. Dari hal tersebut, perkembangan ekonomi melalui usaha-usaha lokal yang ada di Indonesia perlu menjadi daya tarik bagi seluruh masyarakat. Agar negara Indonesia yang tercinta ini memiliki ketahanan nasional dalam mempertahankan persaingan global.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, UMKM sejatinya adalah salah satu ujung tombak untuk mendukung perekonomian Indonesia. Untuk memenangkan persaingan di masa pandemi, pelaku UMKM perlu berinovasi dalam memproduksi barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, para pelaku usaha pada umumnya, dan UMKM pada khususnya, juga dapat mengembangkan berbagai gagasan baru di bidang kewirausahaan sosial untuk turut berkontribusi dalam memecahkan berbagai persoalan sosial ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi. Tak hanya dari segi masyarakat, pemerintah juga perlu mendukung secara penuh perwujudan UMKM yang berdaya saing. Untuk itu, di akhir 2020, Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah menyerap anggaran untuk Dukungan UMKM sebesar Rp112,44 triliun atau 96,7% dari pagu sebesar Rp123,47 triliun. Kemudian di tahun ini, pagu anggaran tersebut dinaikkan menjadi Rp184,83 triliun karena digabungkan dengan anggaran untuk korporasi juga. Biaya-biaya tersebut disalurkan oleh pemerintah melalui program-program kredit/pinjaman rendah bunga dan memudahkan bagi pelaku UMKM sebagai bentuk usaha pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Penguatan lembaga pendamping melalui Peningkatan Capacity Building Setyobudi (2007) menyebutkan bahwa Bank Indonesia lebih fokus pada penguatan lembaga pendamping UMKM melalui peningkatan capacity building dalam bentuk pelatihan dan kegiatan penelitian yang menunjang pemberian kredit kepada UMKM. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

a. pelatihan-pelatihan kepada lembaga pendamping UMKM, dalam rangka meningkatkan kemampuan kredit UMKM

b. Pendirian Pusat Pengembangan Pendamping UKM (P3UKM), sebagai pilot project. P3UKM antara lain bertugas melakukan pelatihan dan akreditasi pendamping UKM.

c. Pengembangan Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK) sebagai sarana untuk lebih menyebarluaskan secara cepat hasil-hasil penelitian dan berbagai informasi lainnya. SIPUK terdiri dari Sistem Informasi Baseline Economic Survey (SIB).

Melalui sinergi rakyat dan pemerintah dalam rangka mewujudkan UMKM yang berdaya saing, diharapkan dapat turut mengembangkan perekonomian negara Indonesia sebagai bentuk ketahanan nasional




source :


https://ekon.go.id/publikasi/detail/2948/peningkatan-daya-saing-umkm-sebagai-ujung-tombak-perekonomian-indonesia-menuju-pasar-global


Kristina Sedyastuti. 2018. Analisis Pemberdayaan UMKM dan Peningkatan Daya Saing Dalam Kancah Pasar Global. Universitas Bina Darma. Vol 2. 117-127

Komentar